Mahfud Dinilai Mewakili Kalangan Religius dan Nasionalis

JAKARTA — Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Muhammad Mahfud Md., digadang-gadang menjadi kandidat terkuat untuk mendampingi Joko Widodo dalam pemilihan presiden 2019. Ketua Dewan Pimpinan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Hamka Haq, mengatakan Mahfud Md. masuk daftar lima kandidat calon wakil presiden yang tersaring. Menurut dia, peluang Mahfud membesar setelah koalisi partai melihat perlunya calon wakil presiden dari kalangan religius dan nasionalis. “Jadi, peluang Pak Mahfud besar,” ujar Hamka, di Jakarta, kemarin. Meski begitu, Hamka mengatakan calon wakil presiden untuk Jokowi masih belum bisa dipastikan sampai menunggu pembahasan di tingkat ketua umum partai politik. Hamka mengatakan partainya tak akan mempersoalkan jika Jokowi memilih Mahfud sebagai calon wakil presiden.

Sebab, kata dia, Mahfud bisa diterima berbagai kalangan, baik dari partai politik maupun kelompok Islam. Nama Mahfud Md. Digadang-gadang kuat setelah Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Muhammad Romahurmuziy mengunggah cuitan di akun Twitter-nya ihwal bakal calon wakil presiden Jokowi. Kata Romi, panggilan Romahurmuziy, calon wakil presiden Jokowi bakal berasal dari kalangan nasionalis-religius, mewakili organisasi massa Islam terbesar di Indonesia, dan berpengalaman dalam jabatan publik. Ia menyebutkan nama calon tak akan jauh dari 10 nama yang pernah disebutnya. Semula, Romi mengungkapkan, ketua umum partai politik bakal berkumpul bersama Jokowi di Istana Negara tadi malam.

Menurut dia, pertemuan itu diadakan untuk membahas pemantapan formasi koalisi dan mengumumkan nama calon wakil presiden. “Ini bagian dari sense of belonging, bagian kebersamaan, soliditas, dan kekompakan,” ujar dia. Namun pertemuan itu urung terjadi. Salah satu petinggi partai koalisi pendukung Jokowi menuturkan Mahfud hampir bisa dipastikan menjadi pendamping inkumben. Nama Mahfud menguat ketika Prabowo Subianto, Ketua Umum Partai Gerindra, yang berpeluang menjadi kompetitor utama Jokowi, membuka kemungkinan untuk menggandeng Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera, Salim Segaf Al-Jufri, atau Komandan Satuan Tugas Bersama Pemenangan Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono, sebagai cawapres. “Kalau di sana pasangan PS-AHY, di sini ada Jokowi-MMD,” kata dia. Selain itu, ia menuturkan, Mahfud bisa menjadi alternatif untuk koalisi Jokowi guna menjaga formasi partai koalisi pendukungnya. Sejumlah partai dalam koalisi, kata dia, tak menyetujui pilihan calon wakil presiden yang berasal dari kalangan partai politik. “Standing point Mahfud biar fair,” ucap dia. Sekretaris Jenderal Partai NasDem, Johnny G. Platte, tak mengetahui ihwal pertemuan ketua umum tersebut.

Ia pun tak ambil pusing soal munculnya nama Mahfud Md. sebagai pendamping Jokowi. “Kami sudah serahkan ke Pak Jokowi. Kami tidak ingin berspekulasi,” kata dia. Wakil Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa, Daniel Johan, mengatakan partainya tetap yakin Jokowi bakal memilih Ketua Umum Muhaimin Iskandar sebagai calon wakil presiden. Partai, kata dia, hakulyakin Jokowi akan mempertimbangkan rekomendasi para kiai Nahdlatul Ulama yang mendorong Muhaimin untuk menjadi cawapres. “Berdasarkan hitungan bumi dan langit para kiai, Cak Imin akan membawa kemenangan untuk Jokowi,” ujar dia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *