Apa Itu AA-DHA?

Banyak istilah kandungan pada kemasan susu formula yang be gitu familiar, namun kurang kita pahami manfaatnya. Nah, untuk mengusir rasa penasaran Mama Papa, kami berikan sedikit info tentang itu:

AHA dan DHA

AHA adalah kepanjangan dari Arachidonic Acid sedangkan DHA adalah kepanjangan dari Docosahexaenoic Acid. Ke duanya merupakan asam lemak tak jenuh dalam rantai pan jang yang dibutuhkan untuk pembentukan otak, jaringan saraf, jaringan penglihatan, serta membantu pembentukan sistem imun pada bayi.

Omega 3 dan Omega 6

Asam lemak omega 6 dan omega 3 adalah jenis lemak yang tak jenuh ganda dan tidak bisa untuk dihasilkan secara tubuh. Menurut para ahli gizi, kandungan omega 6 dan omega 3 pada susu memiliki fungsi yang saling terhubung satu sama lain. Omega 6 dan omega 3 juga berfungsi untuk menjaga kesehatan kuku, kulit, rambut, dan menghindari kerusakan sel. Asupan omega 6 dan omega 3 haruslah pada taraf yang  seimbang dikarenakan mempunyai kegunaan yang saling berhubungan.

Kandungan GOS (Galakto Oligo Sakarida) dan FOS (Frukto Oligo Sakarida) pada SUSU

sat-jakarta.com – Kandungan ini berfungsi membuat pencernaan anak lebih baik karena FOS dan GOS dapat meningkatkan kekebalan tu buh, meningkatkan jumlah bakteri baik di usus dan mengu rangi jumlah bakteri jahat yang terdapat di dalam tubuh. Na mun perlu diingat, FOS dan GOS dan juga vitamin akan rusak jika dilarutkan dengan air panas. Jadi, cukup seduh dengan air suam-suam kuku atau air biasa.

Baca juga : kursus IELTS terbaik di jakarta

Tata Cara Penyajian Susu

• Baca dan ikuti dengan hati-hati petun juknya. Terutama hal-hal yang berkaitan dengan penyimpanan, penyiapan, dan penyajian yang tercantum pada label ke masan.

• Hindari menyeduh susu dengan air pa nas apalagi air mendidih. Guna nya agar kandungan probiotik dan prebiotik (FOS dan GOS) serta kandungan vitamin-vita minnya tidak rusak. Berarti, produk susu juga tidak boleh direbus.

• Buat sesuai dengan takaran yang dian jurkan pada label. Jangan mengurangi atau menambah takaran yang ditentukan. Susu yang terlalu encer akan mengakibat kan anak tidak mendapatkan asupan nutrisi yang dibutuhkannya. Disamping itu, jenis susu yang terlalu kental dapat menyebabkan masalah susah buang air besar untuk anak. Pemberian susu yang terlalu kental dan melebihi ta karan juga dikhawatirkan dapat memper berat kerja ginjal saat mencernanya.

• Jangan memberikan susu yang sudah kedaluwarsa. Tentu karena vitamin, mineral,dan gizi nya sudah menurun, selain dampak kesehatan lain. Susu yang sudah kedaluwarsa jika disajikan warnanya akan berbeda dan le mak pada susu akan tampak terpisah. • Harus cepat diminum dalam sekali saji. Setelah disajikan dalam suhu kamar, susu sebaiknya langsung dihabiskan se belum waktu 2 jam. Jika lebih dari 2 jam, disarankan susu dibuang agar tidak ter jadi penyebar an kuman pada gelas.

• Perhatikan waktu penyimpanan. Susu cair pada kaleng dapat bertahan hingga 48 jam apabila masih tertutup rapat dan secara langsung masuk ke dalam kulkas. Susu dalam ko tak bisa bertahan 1 bulan dalam suhu ka mar, Sedangkan bila sudah dibuka, bisa bertahan satu hari di dalam kulkas. Susu bubuk yang sudah dibuka, harus ditutup rapat, simpan pada tempat sejuk dan kering, gunakan maksimal 2—4 minggu setelah dibuka.

• Susu bubuk yang sudah dibuat, tidak bo leh dibekukan. Perubahan fisik dan kan dungan susu bisa saja berubah selama proses pembekuan.

• Susu tidak boleh dipanaskan dengan mi crowave. Gelombang mikro yang dipan carkan dengan intensitas kuat mampu menaikkan suhu makanan minuman yang berarti merusak komposisi molekul susu. Selain itu, susu yang panas juga bisa membuat anak-anak mengalami luka ba kar serius pada organ mulutnya.

Latihan Perlu, Tapi Tidak Memaksa Diri

Menulis cerita anak, diakui lulusan Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya ini, gampang-gampang susah. Pasalnya, ia harus bisa memahami bagaimana pikiran anak-anak, apa yang diinginkan anak-anak, serta bagaimana emosi dan sikap anak-anak bila mendapatkan sesuatu, mendengar sesuatu, juga bagaimana impian-impian mereka. “Jangan sampai tokoh cerita anak-anak seperti meminjam mulut orang dewasa. Anak-anak, ya, tetap anak-anak, dengan kepolosan dan sifat kanak-kanak.

Mereka akan ekspresif untuk mengungkapkan emosi mereka dengan gaya mereka,” beber trainer kepenulisan ini. Soal ide cerita, Ichen bisa mendapatkannya dari mana saja. “Ketika jalan-jalan bersama anak-anak, melihat anak-anak bermain, mengobrol dengan anak-anak, pokoknya saat kebersamaan dengan anak-anak, saya sering mendapatkan ide,” papar ibu dari Saskia Dahayu Cennyta (9) dan Sayudha Lucky Dezniag (4) ini.

Sebagai seorang istri dan ibu, Ichen mengaku, pernah ketika sedang semangat menulis, di saat bersamaan ia harus mengurus kedua anaknya dan juga sang suami, Benny Oktaviano (39). “Saya harus pintarpintar membagi waktu. Biasanya di malam hari ketika semua pekerjaan sudah beres, saya gunakan untuk menulis,” kiatnya. Tetapi, kalau ingin berkembang, Ichen menyarankan untuk menulis setiap hari, karena tulisan yang semakin baik harus terus dilatih. “Tentu tidak boleh juga memaksa diri untuk menulis terus-menerus.

Imbangi dengan rekreasi, membaca, menonton teve, dan bermain bersama-anakanak untuk penyegaran,” jelas pemilik akun Twitter: @ichenzr dan blog: www.dcendika.blogspot.com ini. Satu hal lagi, tambah pegawai di Biro Hukum dan Organisasi, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan ini, ingatlah untuk memberikan reward pada diri sendiri bila telah menuntaskan satu cerita atau satu buku supaya tubuh kembali fresh.

Penghargaan Islami Book Award

Sejak duduk di SD, Ichen (39) suka menulis, tetapi menulisnya baru di buku tulis dan tidak dipublikasikan ke mana-mana. Ichen juga suka membaca, bacaannya saat itu majalah Bobo dan Ananda. Sang ayah selalu menyemangati Ichen menulis. Ichen dipinjami mesin tik dan dihadiahi buku-buku cerita. Sayangnya, hingga kuliah, Ichen hanya membagikan karya-karyanya kepada teman-teman akrabnya dan tak pernah sekalipun mengirimkannya ke media massa. Mengapa? “Saya tidak percaya diri!” aku Ichen.

Kerap membayangkan betapa menyenangkannya membaca karya sendiri di majalah, memotivasi Ichen untuk semakin giat belajar menulis. Ia pun mempelajari bagaimana menulis cerita dari buku-buku favoritnya, seperti buku-buku karangan Enid Blyton, Alfred Hitchcock, H.C. Andersen, Bung Smas, Dwiyanto Setiawan, Djoko Lelono, dan lainnya. “Buku-buku yang saya baca sejak kecil itulah yang juga memberi alasan kenapa saya suka membaca dan tertarik ingin menulis,” ungkap Ichen. Sampai sekitar tahun 2006-2007, akhirnya karya ,chen tayang di sebuah majalah anak, Bravo, judulnya “Sayap Sashi”.

Tak tanggung-tanggung, cerita tersebut kemudian dibuat berseri, seperti: “Seri Sashi”, “Peri Hutan Biru”, “Polly Si Boneka Kayu”, “Seri Vanya”, dan “Peri Awan Perak”. Usai “berjaya” di Bravo, Ichen tambah percaya diri. Berbagai cerita pendeknya pun dimuat di majalah Bobo, Mombi, Mombi SD, Girls, Kompas Anak, dan lainnya. Puas menulis cerita pendek, Ichen merasa tak lengkap jika tak menerbitkan buku. Maka, pada 2008 ia ikut sebuah pelatihan menulis buku secara online, kemudian buku pertamanya pun terbit, Ria Penulis Cilik. “Ini prestasi luar biasa bagi saya dan tentunya sangat menye nangkan,” ungkap nominator lomba Cerpen Jillfest 2009 ini.

Tak disangka buku perdana Ichen mendapatkan penghargaan sebagai buku Fiksi Islami Terbaik Islami Book Fair 2008. “Rasanya tak terbayangkan, saya sampai menangis mendapat khabar itu,” kenang Ichen yang hingga kini telah menerbitkan lebih dari 50 buku dan 60 cerita anak. Tentu, Ichen tambah semangat menulis dan berusaha keras untuk menulis lebih baik lagi. Hasinya? Bukunya, Berani Karena Benar, mendapatkan anugerah sebagai buku nonfiksi anak terbaik pada Islamic Book Award 2015. “Award ini sangat luar biasa untuk saya,” ujar pemenang Favorit LMCR (Lomba Menulis Cerita Remaja) 2013 ini.

Untuk anak yang ingin mahir dalam berbahasa asing berikan ia pelatihan di tempat les bahasa Perancis di Jakarta.