Categories
Parenting

Latihan Perlu, Tapi Tidak Memaksa Diri

Menulis cerita anak, diakui lulusan Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya ini, gampang-gampang susah. Pasalnya, ia harus bisa memahami bagaimana pikiran anak-anak, apa yang diinginkan anak-anak, serta bagaimana emosi dan sikap anak-anak bila mendapatkan sesuatu, mendengar sesuatu, juga bagaimana impian-impian mereka. “Jangan sampai tokoh cerita anak-anak seperti meminjam mulut orang dewasa. Anak-anak, ya, tetap anak-anak, dengan kepolosan dan sifat kanak-kanak.

Mereka akan ekspresif untuk mengungkapkan emosi mereka dengan gaya mereka,” beber trainer kepenulisan ini. Soal ide cerita, Ichen bisa mendapatkannya dari mana saja. “Ketika jalan-jalan bersama anak-anak, melihat anak-anak bermain, mengobrol dengan anak-anak, pokoknya saat kebersamaan dengan anak-anak, saya sering mendapatkan ide,” papar ibu dari Saskia Dahayu Cennyta (9) dan Sayudha Lucky Dezniag (4) ini.

Sebagai seorang istri dan ibu, Ichen mengaku, pernah ketika sedang semangat menulis, di saat bersamaan ia harus mengurus kedua anaknya dan juga sang suami, Benny Oktaviano (39). “Saya harus pintarpintar membagi waktu. Biasanya di malam hari ketika semua pekerjaan sudah beres, saya gunakan untuk menulis,” kiatnya. Tetapi, kalau ingin berkembang, Ichen menyarankan untuk menulis setiap hari, karena tulisan yang semakin baik harus terus dilatih. “Tentu tidak boleh juga memaksa diri untuk menulis terus-menerus.

Imbangi dengan rekreasi, membaca, menonton teve, dan bermain bersama-anakanak untuk penyegaran,” jelas pemilik akun Twitter: @ichenzr dan blog: www.dcendika.blogspot.com ini. Satu hal lagi, tambah pegawai di Biro Hukum dan Organisasi, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan ini, ingatlah untuk memberikan reward pada diri sendiri bila telah menuntaskan satu cerita atau satu buku supaya tubuh kembali fresh.

Categories
Parenting

Penghargaan Islami Book Award

Sejak duduk di SD, Ichen (39) suka menulis, tetapi menulisnya baru di buku tulis dan tidak dipublikasikan ke mana-mana. Ichen juga suka membaca, bacaannya saat itu majalah Bobo dan Ananda. Sang ayah selalu menyemangati Ichen menulis. Ichen dipinjami mesin tik dan dihadiahi buku-buku cerita. Sayangnya, hingga kuliah, Ichen hanya membagikan karya-karyanya kepada teman-teman akrabnya dan tak pernah sekalipun mengirimkannya ke media massa. Mengapa? “Saya tidak percaya diri!” aku Ichen.

Kerap membayangkan betapa menyenangkannya membaca karya sendiri di majalah, memotivasi Ichen untuk semakin giat belajar menulis. Ia pun mempelajari bagaimana menulis cerita dari buku-buku favoritnya, seperti buku-buku karangan Enid Blyton, Alfred Hitchcock, H.C. Andersen, Bung Smas, Dwiyanto Setiawan, Djoko Lelono, dan lainnya. “Buku-buku yang saya baca sejak kecil itulah yang juga memberi alasan kenapa saya suka membaca dan tertarik ingin menulis,” ungkap Ichen. Sampai sekitar tahun 2006-2007, akhirnya karya ,chen tayang di sebuah majalah anak, Bravo, judulnya “Sayap Sashi”.

Tak tanggung-tanggung, cerita tersebut kemudian dibuat berseri, seperti: “Seri Sashi”, “Peri Hutan Biru”, “Polly Si Boneka Kayu”, “Seri Vanya”, dan “Peri Awan Perak”. Usai “berjaya” di Bravo, Ichen tambah percaya diri. Berbagai cerita pendeknya pun dimuat di majalah Bobo, Mombi, Mombi SD, Girls, Kompas Anak, dan lainnya. Puas menulis cerita pendek, Ichen merasa tak lengkap jika tak menerbitkan buku. Maka, pada 2008 ia ikut sebuah pelatihan menulis buku secara online, kemudian buku pertamanya pun terbit, Ria Penulis Cilik. “Ini prestasi luar biasa bagi saya dan tentunya sangat menye nangkan,” ungkap nominator lomba Cerpen Jillfest 2009 ini.

Tak disangka buku perdana Ichen mendapatkan penghargaan sebagai buku Fiksi Islami Terbaik Islami Book Fair 2008. “Rasanya tak terbayangkan, saya sampai menangis mendapat khabar itu,” kenang Ichen yang hingga kini telah menerbitkan lebih dari 50 buku dan 60 cerita anak. Tentu, Ichen tambah semangat menulis dan berusaha keras untuk menulis lebih baik lagi. Hasinya? Bukunya, Berani Karena Benar, mendapatkan anugerah sebagai buku nonfiksi anak terbaik pada Islamic Book Award 2015. “Award ini sangat luar biasa untuk saya,” ujar pemenang Favorit LMCR (Lomba Menulis Cerita Remaja) 2013 ini.

Untuk anak yang ingin mahir dalam berbahasa asing berikan ia pelatihan di tempat les bahasa Perancis di Jakarta.