Categories
Tekno

Notebook Baru di Tahun Baru

https://teknorus.com/ – Ketika merilis iPad terbaru di Oktober lalu, Apple sebenarnya juga mengumumkan pembaruan di jajaran produk Macbook Pro-nya. Notebook ini memiliki layar 2880×1800 pixel yang oleh Apple disebut sebagai Retina Display. Meski menggunakan resolusi setinggi itu, ternyata Apple berani menjanjikan daya tahan baterai sampai 9 jam. Kok bisa? Salah satu rahasianya adalah penggunaan prosesor Intel Core 4th Generation atau yang biasa disebut Intel Haswell.

Banyak Pilihan

Intel Haswell sendiri telah diluncurkan sejak pertengahan 2013 kemarin. Namun baru belakangan ini notebook-notebook berbasis Intel Haswell membanjiri pasaran. Tidak cuma Apple, semua produsen notebook kini sudah merilis notebook berbasis Intel Haswell. Acer dengan Aspire E1-472G, Asus dengan Vivobook S451, Lenovo dengan Ideapad Yoga 2, dan masih banyak lagi. Anda mungkin bertanya, bagaimana mengetahui apakah sebuah notebook telah menggunakan Intel Haswell? Cara paling mudah adalah dengan melihat angka di depan prosesor. Intel Haswell umumnya dimulai dengan angka 4, seperti Intel Core i3-4020Y, Core i5- 4200U, atau Core i7-3630WM. Anda mungkin juga memerhatikan, inisial belakang masing-masing prosesor di atas berbeda. Itu dikarenakan ada beberapa kelas prosesor dalam satu keluarga Intel Haswell. Ada kelas M untuk menandakan kelas mobile, Q untuk Quad Core, U untuk prosesor rendah daya (ultra low power) dan Y untuk prosesor yang berdaya lebih rendah lagi (extreme low power).

Banyak Perbaikan

Di atas kertas, Intel Haswell sebenarnya masih menggunakan fabrikasi 22nm— sama seperti yang digunakan prosesor Intel sebelumnya, Ivy Bridge. Namun jika ditilik lebih lanjut, Intel Haswell sesungguhnya menandai perubahan flosof prosesor Intel yang kini mengedepankan efsiensi daya serta kemampuan grafs onboard yang lebih baik. Efsiensi daya dilakukan dengan berbagai cara. Contohnya mengadopsi teknik independent frequency domain sehingga setiap komponen di dalam prosesor (seperti core, ring interconnect, sampai chip grafs) memiliki frekuensi sendiri. Intel juga memperkenalkan mode idle (C-state) yang lebih agresif sehingga komponen yang tidak digunakan bisa lebih cepat dimatikan. Kedengarannya memang simpel, namun di dunia prosesor yang tiap milliwatt-nya begitu berharga, cara yang terdengar sederhana ini bisa menurunkan daya secara signifkan. Pengujian Digital Trends menunjukkan, daya tahan notebook berbasis Intel Haswell meningkat 50% di pengujian Peacekeeper (menggunakan browser) dan Reader’s Test (semi idle). Sedangkan untuk grafs onboard, perbaikan dilakukan dengan menambahkan EU (Execution Unit) di dalam chip tersebut. Jumlahnya sendiri tergantung tipe, karena Intel Haswell memiliki beberapa kelas chip grafs. Pengujian kami menunjukkan, peningkatan kinerja grafs yang terjadi mencapai 10% dibanding prosesor generasi sebelumnya. Pendek kata, PC berbasis Intel Haswell menawarkan perbaikan di sisi kecepatan, daya tahan baterai, serta kemampuan grafs. Enaknya lagi, notebook berbasis Intel Haswell pun terbilang memiliki harga terjangkau, seperti Acer Aspire E1-472G (Rp.6,5 juta). Jadi jika di tahun baru ini Anda mencari notebook, ada baiknya Anda memastikan notebook tersebut sudah menggunakan Intel Haswell